Account
Please wait, authorizing ...
×

Manado, (13/9) Sukses Pemilu serentak Tahun 2019 membuat KPU RI menjadi pusat perhatian Negara-Negara di seluruh dunia. Bahkan sejumlah Negara besar tak segan akan melakukan riset dan studi banding ke KPU RI untuk menjadi rujukan penyelenggaraan pemilu di Negara mereka.

Hal tersebut dikatakan Arief Budiman, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia dalam sebuah kesempatan pada kegiatan Konsolidasi Regional (Konreg) Partisipasi Masyarakat. Menurut Beliau, banyak negara akan datang ke Indonesia untuk belajar khusus tentang pemilu. Karena Pemilu 2019 menjadi sosok terbaik untuk dipelajari. Kemudian lebih lanjut beliau menjelaskan, India dan Australia akan datang ke Indonesia untuk belajar kesuksesan Indonesia menggelar pemilu, meskipun India konon adalah menjadi negara terbesar kedua dalam penyelenggaraan pemilu di dunia.

Bapak Arief Budiman juga menyatakan, bahwa baru-baru ini diminta untuk menjadi pembicara di forum penyelenggara pemilu Internasional di India, Moskow dan banyak Negara lainnya. Mereka sangat mengapresiasi pemilu di Indonesia yang sangat rumit, pemilu Presiden dan Wakil Presiden bersamaan dengan pemilu DPR, DPD dan DPRD sukses digelar hanya dalam satu hari.

Hal senada juga diungkapkan oleh ketua komisi II DPR RI, Zaenudin Amalia dalam forum diskusi konsolidasi regional evaluasi partisipasi masyarakat dengan melibatkan Anggota KPU Provinsi dan KPU Kab/Kota di 10 Provinsi di Kota Manado Sulawesi Utara. Selain kinerja yang baik, sukses pemilu dinilai kuatnya regulasi mulai undang-undang pemilu hingga Peraturan KPU yang sangat baik.

“Awalnya regulasi pemilu dari Undang-Undang Nomor 7 tahun 2018 hingga PKPU banyak mendapat kritikan dari banyak kalangan. Namun akhirnya dapat dibuktikan dengan suksesnya Pemilu 2019 dimana serentak antara pemilihan Presiden dan DPR. Atas nama DPR RI kita berikan apresiaisi yang tinggi kepada jajaran KPU atas kerja kerasnya dan layak menyandang salah satu pahlawan demokrasi di Indonesia,” papar Zaenudin Amali.