Account
Please wait, authorizing ...
×

Jakarta (22/9), Memulai aktifitas di hari ke-2 penyelenggaraan Konsolnas KPU, seluruh peserta rapat terbagi dalam beberapa kelas di masing-masing divisi termasuk juga kelas untuk seluruh sekretaris.

Tiap-tiap Divisi dan Sekretaris diwajibkan menyusun Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) lengkap dengan rekomendasi berdasarkan sejumlah isu strategis. Untuk Konsolnas sekretaris di Hotel Mercury Jakarta terbagi dalam 5 (lima) kelas yaitu A, B, C, D, dan E. Berbagai isu dibahas oleh para sekretaris seluruh Indonesia mulai dari pengelolaan dan penataan arsip pasca pemilu, penatausahaan logistik pemilu, pengingkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Perencanaan dana Hibah, Kebutuhan sewa Gudang di seluruh satker, sampai peningkatan intensitas bimbingan teknis dan target peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) yang tidak sejalan dengan jadwal waktu yang ditetapkan. 

Rekomendasi yang disampaikan seluruh kelompok kelas juga beragam mulai dari pembuatan standar biaya khusus dengan berpedoman pada standar biaya daerah dan survey masing-masing daerah, meningkatkan koordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Pemetaan ketersediaan SDM, sampai usulan adanya Bimtek ditingat PPK untuk memastikan pengelolaan anggaran berjalan semakin baik.

"Mengenai bimtek, bimtek memang idealnya, tantangan kota adalah bagaimana kota menambah volume bimtek tanpa menambah biaya yang signifikan. terutama modul-modul bimtek harus disiapkan jauh-jauh hari, kemudian yang sebelumnya transfer tatap muka secara fisik bisa gunakan e-learning. Ini punya peluang tambah pengetahuan jajaran kita secara masal," pungkas Sekretaris Jenderal KPU-RI Bpk. Arif Rahman Hakim.

Seluruh Sekretaris KPU Provinsi maupun KPU Kabupaten/Kota dalam kegiatan tersebut juga menyatakan siap untuk menyongsong Pemilihan 2020 saat Ketua KPU-RI Bpk. Arif Budiman bertanya tentang kesiapan Pemilihan 2020. Dalam sambutannya Ketua KPU-RI Bpk. Arif Budiman menyampaikan betapa pentingnya peran Sekretariat dalam mensukseskan Pemilihan 2020. Roda organisasi KPU dapat berjalan terhuyung-huyung jika Sekretariat tidak bekerja dengan baik, "Tetapi kalau komisionernya sakit kira-kira roda organisasi ini jalan tidak? jalan karena sudah dibangun sistemnya, tapi kalau Sekjen kemudian Karo (kepala biro) boikot lumpuh organisasi ini. Jadi mari bersama-sama kita bisa wujudkan Pemilihan 2020 yang baik dan sukses," ajak Ketua KPU-RI Bpk. Arif Budiman