Account
Please wait, authorizing ...
×

  

Banyuwangi, (24/10) Mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi berkunjung ke RPP KPU Banyuwangi dalam rangka Audiensi RPP Lare Osing KPU Kabupaten Banyuwangi. Mengingat Politeknik Negeri Banyuwangi akan melaksanakan pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Dalam kegiatan yang berlangsung pada pukul 10.00 tersebut, masing-masing anggota KPU Banyuwangi menjelaskan tentang gambaran umum tahapan pemilu serta peran masing-masing divisi dalam pemilu. Jadi masing-masing anggota KPU memberikan benang merah mengenai tugas yang diemban.

Kemudian Bapak Dian Purnawan menyatakan, masing-masing divisi tentunya tidak dapat dipisah dan berperan penting dalam berlangsungnya pemilu. Beliau memberikan contoh nyata dalam hal ini, misalnya divisi teknis sangat berpengaruh dalam hasil pemilu. Adapun divisi hukum dan pengawasan, Bapak Dian Mardiyanto mengatakan, bahwa pemilu juga diawasi oleh Bawaslu, yaitu Badan Pengawas Pemilu yang bertugas mengawasi pemilu.

Di samping itu, Ibu Dwi Anggraini Rahman sebagai ketua KPU Banyuwangi memberikan sambutanya, bahwa beginilah fungsi Rumah Pintar Pemilu (RPP), yaitu memberikan pengetahuan tentang seluk beluk pemilu. Ibu Dwi Anggraini juga menitipkan pesan kepada mahasiswa, bahwa proses berlangsungnya pemilu akan membawa kebaikan pada suatu bangsa. Maka partisipasi masyarakat dalam hal ini sangat dibutuhkan. Sementara itu, Bapak Dian Purnawan menjelaskan tentang tahapan pemilu. Yaitu mulai landasan aturan, kepanitiaan, program dan tahapan. Misalnya termasuk pencalonan, penetapan, dan sengketa. Intinya adalah, harus menentukan aturan, kepanitiaan, dan anggaran. Beliau menyatakan, demokrasi dalam pemilihan umum sangatlah penting. Karena jika demokrasi sudah terbentuk dengan baik, maka pemilu dapat berlangsung dengan baik.

Adapun tahapan sosialisasi menjadi sangat penting adanya demi peningkatan partisipasi pemilih. Jadi jika membuat program dan anggaran. Maka sisihkan dana yang besar untuk sosialisasi, “kata Bapak Dian Purnawan.” Sosialisasi bisa dikemas dengan cara unik dan menarik. Misalnya, diadakan gelar seni untuk menarik perhatian. Proses sosialisasi mencakup pendidikan pemilu dan proses pencoblosan.

Dalam hal demografi TPS, Bapak Dian Purnawan menjelaskan secara rinci mengenai pembagian TPS di Kampus Politeknik agar mahasiswa dapat memilih di area terdekat di wilayah fakultas masing-masing. Selain itu, beliau mengingatkan masalah potensi konflik. Maka manajemen penyelesaian konflik sangat dibutuhkan. Jadi beberapa hal yang harus disiapkan adalah divisi sosialisasi dan partisipasi pemilih yang bertanggung jawab untuk meningkatkan partisipasi. Sehingga dibutuhkan ide-ide kreatif untuk sosialisasi.

Kemudian Beliau berkata, divisi dalam rangka pelaksanaan pemilihan BEM bisa disamakan dengan divisi di KPU Banyuwangi. Diantaranya, program & data, teknis penyelenggaraan, keuangan umum, dan logistik serta hukum & pengawasan