Account
Please wait, authorizing ...
×

Bondowoso (31/10), Kegiatan bimtek strategi sosialisasi dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat yang diadakan oleh KPU Provinsi Jawa Timur di Hall Indoor Cafe Rame-Rame Kabupaten Bondowoso mengundang beberapa narasumber yang sangat luar biasa.

Para narasumber ini diantaranya akan mengisi mengenai Strategi Menangkal Hoax Pemilihan Melalui Meme dan Kartun (Wahyu Widodo, Praktisi/ Kartunis Jawa Pos), Pengembangan Kapasitas Diri dalam Peningkatan Parmas pada Pemilihan 2020 (Joko Supriatno, Dosen Komunikasi & Direktur Be Empowerent Enterpreneur), serta Dinamika Kelompok untuk Membangun Teamwork yang Baik (Mohamad Alfi, Direktur Paradiso).

Dalam penjelasan oleh Wahyu Widodo atau dikenal dengan Wahyu Kokang, Penyelenggaraan proses demokrasi, spesifik Pemilu dan Pemilihan, berpotensi terdapat peredaran informasi palsu, berita bohong, atau fakta yang dipelintir atau direkayasa untuk tujuan lelucon hingga serius, atau umum yang biasa disebut Hoax. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hoax diartikan sebagai “berita bohong”. “Seiring dengan perkembangan media sosial, hoax makin populer beredar di masyarakat dan dapat menjangkau semua lapisan masyarakat.” kata Wahyu Kokang.

Melalui media sosial, semua orang dimungkinkan menjadi penyebar berita, baik berita yang dibuatnya sendiri maupun dari orang lain dengan meneruskan dan menyebarkan yang sudah beredar di grup percakapan Whatsapp messenger, facebook, dan media sosial lainnya. Satu yang paling penting adalah kita harus bisa menyaring berita yang beredar, sebelum kita sendiri mengetahui maksud dan kebenaran dari informasi berita yang disampaikan tersebut janganlah tergesa-gesa menyebarkan berita itu.